Coba Anda temukan lagi adakah orang yang sembrono dalam mengatur barang-0barangnya, misalnya sering lupa menaruh handphone atau kunci mobil? Namun, ia dapat diandalkan pada saat kritis untuk mengambil keputusan strategis. Ia mempu merumuskan ide konseptual hanya dalam hitungan singkat, sementara orang lain masih harus mencerna lama dalam hitungan jam. Bahkan, ia tak ragu mengambil risiko mengambil keputusan cepat disertai kalkulasi logika yang akurat. Kalau begitu, ia cocok dijadikan leader, tetapi jika ia memiliki kemampuan manajerial yang rendah, sebaiknya ia perlu sekretaris andal untuk megatur hal-hal yang bersifat procedural.

Atau, pernahkah Anda menemukan orang yang tidak suka berkutat lama-lama untuk memutuskan ide dan alergi duduk meeting seharian. Ia mudah jemu dan lebih suka mendapat daftar tugas yang pasti dan terperinci sehingga ia langsung dapat mempraktikkan di lapangan. Tak urung, ia bisa melakukan kesalahan menjalankan instruksi, tetapi di satu sisi, ia memiliki banyak energy untuk belajar dari kesalahan yang ia lakukan di lapangan dan langsung memperbaikinya di tempat. Ia penganut konsep pengalaman adalah guru yang terbaik. Dengan gaya seperti itu, ia cocok melakukan tugas teknis operasional karena akan lebih mudah baginya mendapatkan contoh langsung untuk dipraktikkan.

Amati lagi lingkungan Anda dengan jeli, adakah orang yang selalu mudah bekerja sama dengan siapa saja. Ia bisa mencairkan suasana hati orang yang sedang marah, sama baiknya dengan mencairkan kebekuan orang yang pendiam. Pokoknya, ibarat istilah “nggak ada lo nggak rame”. Nah, tipe seperti itu memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Biasanya, ia senang mengobrol dan mau jadi pendengar yang baik. Ia bersedia mendengarkan curhat orang sampai berjam-jam lamanya dan mampu merespons dengan tepat sesuai yang diharapkan lawan bicaranya. Dengan gaya seperti itu, ia cocok dijadikan humas atau mediator saat tim kerja sedang mengalami konflik. Ia pandai mengolah kata-kata menjadi kalimat berbunga untuk menyenangkan hati orang.

Ada lagi jenis orang yang dalam kondisi apa pun mampu bertahan. Ia peka melakukan pengamatan tehadap perubahan situasi dan selalu memiliki kebutuhan untuk mengikuti perkembangan terbaru. Ia akan banyak melakukan scenario rencana dan biasanya, tidak suka membuat solusi yang bersifat tunggal. Biasanya, ia mampu melihat celah dari setiap kesulitan dan selalu bisa mencari jalan keluar dalam kondisi sesulit apa pun. Perubahan tren di dunia luar menjadi panduannya dalam mengambil keputusan untuk memprediksi. Ia bisa dengan tepat membaca momentum untuk mengambil tindakan. Dengan gaya seperti itu, ia cocok dijadikan problem solver untuk mengatasi situasi yang unpredictable.

Berdasarkan hal yang telah dibahas, tentunya kita tahu bahwa setiap orang memiliki working style yang berbeda-beda dalam menangani tugas tertentu.

Di manakah kira-kira letak bakat working style Anda? Apakah anda memiliki dominansi working style yang bersifat tunggal. Ataukah Anda memiliki kombinasi bebrapa dari tipe working style yang telah disebutkan? Anda bisa menganalisisnya sendiri melalui sidik jari Anda. Kemudian, cocokkanlah hal itu dengan informasi genetic dari fingerprint analysis untuk mendetekdi working style Anda yang sebenarnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *