Dalam analisis psikologi, banyak yang mempertanyakan perbandingan antara metode psikometri dan metode biometri. Tujuan kedua metode itu  sama, yaitu menginterpretasikan karakteristik kepribadian psikologis seseorang. Namun, kedua metode tersebut memiliki sudut pandang yang berbeda dalam hal pengukurannya. Oleh karena itu, membandingkan antara kedua metode tersebut merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Variabel pengukuran kedua metode tersebut berbeda; yang satu menggunakan aspek psikologis, sementara yang satu lagi menggunakan aspek biologis.

Pengukuran biometri merupakan pengukuran secara tidak langsung terhadap kondisi aspek psikologis seseorang. Dalam kaitanya dengan kondisi psikologis seseorang, pengukuran biometri memandang bahwa struktur biologis memengaruhi prilaku psikologis. Namun, kondisi psikologis aktual juga dipengaruhi adanya faktor lingkungan (nurture), bukan hanya pegaruh biologisnya (nature). Oleh karena itu, pengukuran kondisi aktual. Sementara itu, pengukuran biometri lebih melihat kondisi genetis yang bersifat permanen dan masih berda dalam level potensi. Artinya, dalam biometri, potensi baru bisa menjadi aktual ketika sudah terwujud ke permukaan luar, ketika telah menjadi bentk prilaku yang dapat dilihat.

Namun, seharusnya pengukuran metode psikometri dan metode biometri dapat saling dikomplementasikan dan digunakan secara sinergis untuk memperoleh data referensi secara lebih lengkap dan akurat. Apa pun metodenya, ap pun alatnya, semua itu adalah sarana untuk pengenalan bagaimana ciri pembeda fisik dan psikologis antara satu individu dan individu lain. Hal itu bermanfaat untuk mengenal siapa diri kita sesungguhnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *