Analisis sidik jari menggunakan ilmu sience and research of dermatoglyphics, sedangkan peramal menggunakan ilmu palmistry. Dermatoglyphics adalah ilmu yang mempelajari anatomi genetis pada pola sidik jari-konfirgurasi ujung luar kulit jari, telapak tangan, dan kaki. Dalam sejarahnya, penelitian yang berasal dari dunia timur, khususnya negri Cina, ini telah dilakukan selama lebih dari  200 tahun. Berikut ini kutipan tentang ilmu dermatoglyphics.

Dermatologlyphics is a part of the biology, containing genetics and antomy. Prints include loops and whorl on a finger, a palm and a foot that form and grow from a germinal layer starting from the 13th to 19th weeks in an embryo period. The fingerprint patterns are controlled by chromosomes, and geneticists have studied and proven that permutation of the prints is inherited. The number of ridges on a finger is decided by genes, which do not have dominant effect, rather than environmental influence. (DR.Harold Cummins dalam palm, Solves, and Dermatoglyphics)

Seperti yang dijelaskan kutipan tersebut, dermatoglyphics merupakan bagian dari ilmu biologi, yang mencakup genetika dan anatomi. Rekaman sidik jari mencakup ikal dan alur lingkaran yang tebentuk pada jari, telapak , dan kaki yang tumbuh dari lapisan germinal sejak usia 13 sampai ke minggu ke 19 dalam priode embrio. Pola sidik jari diendalikan oleh kromosom dan telah dibuktikan juga bahwa hal itu merupakan warisan dari genetika. Jumlah pegunungan di jari ditunjukan oleh gen, yang tidak memilki efek dominan, dan bukan merupakan pengaruh lingkungan. Bebeda dengan penekanan pada metode ilmiah dari dunia pengetahuan barat. Oleh karena itu, penemuan yang sifatnya holistis agak sulit mendapatkan tempat di mata para kademis dunia Barat.

Pada dasarnya, metode analisis sidik jari mengacu pada teori ilmiah dermatoglyphics, menggunakan metode dan sumber data ilmiah dan proses perhitungan logis. Perkembangan IT membuat metode analisis sidik jari diperkuat dengan system komputerisasi biometric yang ditunjang pengujian akurasi data statistic.

Memahami metode analisi sidik jari secara utuh tidak bisa dikaji secara parsial dari satu sudut keilmuan saja. Metode ini harus dilibatkan ilmu antomi dan genetika kedokteran serta ilmu psikologi neuroscience untuk mengungkapkan hubungan prilaku dengan struktur dan fungsi bagian otak.

Metode analisis sidik jari bertujuan mengungkapkan potensi genetik yang bisa digunakan referensi untuk menentukan kesuksesan pada masa mendatang, bukan untuk mengetahui keadaan pada masa depan.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *