Saat ini, kita sering mendengar istilah Fingerprint test sebagai upaya untuk melihat bakat dan minat seseorang. Sebenarnya, istilah fingerprint test itu lebih tepat jika digunakan istilah fingerprint analysis atau analisis sidik jari. Mengapa? Biasanya, istilah tes mengesankan kemampuan yang sudah ada pada diri seseorang diuji, apakah seseorang itu mampu atau tidak. Di samping itu, sebagai alat pengukuran, biasanya tes membutuhkan norma atau akala untuk mendapatkan kriteria ideal. Sebagai contoh, dalam pengukuran tes IQ individu yang memiliki IQ sekitar 120 ke atas masuk ke dalam kriteria individu genius. Sebaliknya, individu yang memiliki IQ di bawah 70 masuk dalam kriteria memiliki keterbelakangan mental.

Sementara itu, dalam fingerprint, perbedaan setiap sidik jari mencerminkan keunikan setiap individu. Tidak ada kriteria bahwa jenis sidik jari tetentu merupakan sidik jari yang lebih ideal dibandingkan dengan sidik jari yang lain. Pada kenyataannya, secara genetik, antara satu individu dan individu lain tidak ada yang memiliki sidik jari yang sama. Perbedaan individu tersebut dinamakan individu differences berdasarkan bawaan genetik untuk memprediksi prilaku dalam lingkungan.

Jadi, Fingerprint bertujuan menganalisis individual differences yang bbersifat prediksi. Tujuannya adalah memberi gambaran mengapa setiap orang bebeda di dalam mengekspresikan bakat dan minatnya, gaya belajar, daya tngkap, ketelitian, sampai trait sebagai dasar kepribadian seseorang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *