Para ilmuwan sering memperdebatkan teori evolusi yang dikemukakan ilmuwan asal Inggris Charles Darwin, apakah perubahan evolusi tersebut secara bertahap atau tiba-tiba. Namun, ada hal lain yang menarik mengenai pernyataan Darwin tersebut yaitu hubungan manusia sebagai primate dengan makhluk lainya, terutama monyet. Secara struktur fisiologis, monyet memang yang ter-“mirip” dengan manusia dibandingkan dengan makhluk monyet dan manusia memiliki kaitan evolusi. Beberapa  perbedaan yang ada antara manusia dan monyet terlihat dari struktur otak. Manusia memiliki ukuran yang jauh besar dan terdiri dari 100 miliar neuron, sementara monyet berkisar 10 miliar neuron. Data tersebut memperlihatkan bahwa manusia memiliki kapasitas berpikir yang jauh lebih kompleks walaupun otak monyet juga memiliki struktur korteks sebagaimana halnya pada otak manusia.

Hal ini yang membedakan antara manusia dan monyet bahkan manusia purba (manusia kerja)-adalah cara berjalan dan bentuk tangan. Monyet berjalan dengan menggunakan keempat tangan dan kaki, sementara manusia menggunakan hanya dua kakinya dan berdiri dengan tegak. Fungsi tangan pada manusia lebih canggih dan aplikatif dibandingkan dengan monyet karena bentuk ibu jari manusia lebih panjang dari pada ibu jari monyet. Karena itu, tangan manusia lebih sering digunakan untuk berbagai keperluan yang lebih kompleks, misalnya membuat perkakas.

Struktur otak manusia berbeda dengan hewan lain.  Selain itu, tangan manusia juga memiliki jejak ciri-ciri genetis karena berkaitan dengan kemampuan kognitif yang tidak dimiliki makhluk lain. Hal itu logis karena seiring dengan semakin banyanya fungsi tangan , semakin banyak juga susunan saraf yang terekam pada garis-garis sidik jari.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *